Minggu, 17 Februari 2013

     Manajemen produksi berkembang setelah manusia menghasilkan barang dan jasa.
Pesatnya perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan dari beberapa faktor yang menunjang yaitu:
       1.Adanya pembagian kerja (division of labour) dan spesialisasi
       2.Revolusi industri
       3.Perkembangan alat dan metode yang mencakup penggunaan komputer
       4.Perkembangan ilmu dan kerja yang mencakup metode kerja yang mencakup metode ilmiah,hubungan
          antara manusia modal keputusan

1.Pembagian Kerja Dan Spesialisasi
      Perkembangan manajemen produksi ditandai dengan usaha untuk meningkatkan hasil melalui pembagian kerja (division of labour). Agar produksi efektif dan efisien ,produsen hendaknya menggunakan metode ilmiah (scientific methods) dan azas-azas manajemen.
pembagian kerja memungkinkan dicapainya tingkat dan kualitas produksi yang lebih baik bila disertai dengan pengelolaan yang baik.pekerjaan yang semula terkonsentrassi pada satu pihak dapat dibagikan untuk ditangani oleh pihak-pihak lainnya ,sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dengan waktu yang telah ditentukan.
       Spesialisasi kerja memungkinkan peningkatan keahlian seseorang dan makin meningkatkan keahlian membuat yang bersangkutan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat,dengan kualitas lebih baik.ini akan mengurangi biaya  produksi sehingga memungkinkan untuk lebih bertahan dalam persaingan pasar.kondisi ini juga memungkinkan tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi pada tiap satuan waktu tertentu.

2.Revolusi Tertentu
       Revolusi industri merupakan peristiwa penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin.
Revolusi di inggris tidak berdiri sendiri,melainkan merupakan proses yang berkaitan dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi,budaya dan politik yang lebih luas.
       Revolusi itu merupakan perubahan dan pembaharuan radikal dan cepat di bidang perdagangan,industri dan teknik di Eropa.
       Dampak perkembangan industrinya terlihat pada pengusaha yang memiliki modal besar.kehidupan perdagangan terus meningkat,tetapi para pengusaha kecil dengan peralatan kerja kuno menjadi terdesak.

Perkembangan industri sebagai hasil revolusi terlihat pada:
        1.Bertambahnya penggunaan mesin
        2.Efisiensi produksi batu bara,besi dan baja
        3.Pembangunan jalan kereta api,alat trasportasi,dan alat komunikasi lainnya
        4.Meluasnya sistem perbankan dan perkreditan
Industrialisasi ini berhasil meningkatkan pengolahan hasil produksi yang melebihi kebutuhan sendiri,sehingga membutuhkan aktivitas pemasaran.

3.Perkembangan Alat dan Teknologi
         Akhir-akhir ini manajer produksi banyak memberi perhatian pada perkembangan teknologi canggih.terdapat perubahan yang drastis atau radikal dalam penggunaan alat dan teknologi produksi seperti penggunaan robot,alat perkantoran yang otomatis,dll.pada banyak hal,manajer produksi mengintegrasikan teknologi canggih ini kedalam bisnisnya.

4.Perkembangan ilmu dan Metode kerja Dalam Era Manajemen ilmiah
         Pengunaan metode ilmiah dalam mengkaji pekerjaan (work studies) memungkinkan ditemukannya metode kerja terbaik dengan pendekatan sebagai berikut:
        1.Pengamatan (observasi) atas metode kerja yang berlaku
        2.Pengamatan terhadap metode kerja yang lebih baik melalui pengukuran dan analisis ilmiah
        3.Pelatihan pekerja dengan metode baru
        4.Pemanfaatan umpan balik dan pengelolaan atas proses kerja

Pengertian Manajemen Produksi
Pengertian manajemen tidak terlepas dari pengertian manajemen.

Manajemen adalah,kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain.

Dalam pengertian ini terdapat tiga unsur penting yaitu:
1. Adanya orang yang lebih dari satu
2. Adanya tujuan yang ingin dicapai
3. Dan orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan tersebut.
Sering kali pengertian manajemen ini dikaitkan dengan pengertian organisasi.

Organisasi adalah,alat untuk mencapai tujuan dalam manajemen atau alat manajemen dalam mencapai tujuannya.

Manajemen Produksi Merupakan:
       Kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya berupa sumber daya manusia,sumber daya alat,sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien,untuk menciptakan dan menambah kegunaan (Utility) suatu barang atau jasa. Banyak upaya yang dilakukan dalam manajemen produksi terkait dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas.

Dalam peningkatan produktivitas terdapat dua permasalahan penting yaitu:
  1. Produktivitas akan meningkat bila terdapat perbaikan kondisi kerja.
  2. Beberapa peningkatan produktivitas tidak dapat membantu organisasi secara keseluruhan,karena hasilnya hanya terkait dengan perbaikan bidang tertentu,sedangkan bidang lainnya tidak terpengaruh.

Pengertian Produksi
    Istilah produksi dipergunakan dalam organisasi yang menghasilkan keluaran atau output berupa barang atau jasa.

Secara umum produksi diartikan:
    Sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output).

    Dalam pengertian umum inilah sekang berkembang istilah industri, seperti industri manufaktur, industri pengolahan hasil-hasil pertanian atau agroindustri, industri pengolahan hasil-hasil pertambangan, industri ariwisata, industri jasa perdagangan dan industri angkutan.

Dalam arti sempit,pengertian produksi:
     Dimaksudkan sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi atau setengah jadi, barang industri, suku cadang (sparepart) maupun komponen-komponen penunjang. Dengan pengertian ini, produksi dimaksudkan sebagai kegiatan pengolahan dalam pabrik. hasil-hasil produksinya dapat berupa barang konsumsi maupun barang industri.

Proses Produksi:
Pengertian Produksi Dalam Ekonomi
    Mengacu pada kegitan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan kegunaan atau utilitas suatu barang dan jasa.penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat ini membutukan faktor-faktor produksi.

Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi yaitu:
      1. Kelangsungan Hidup
      2. Teknik

1. Kelangsungan Hidup
    1. Produksi Terus Menerus (Countinuons Production)
        Produksi terus menerus dilakukan sebagai proses untuk mengubah bentuk barang-barang. Dalam proses ini walaupun terjadi perubahan modal, susunan dan fungsi alat-alat mesin yang dipakai tidaklah berubah. Misalnya penggergajiaan mengubah balok menjadi papan, karet menjadi ban ataupun dalam proses perakitan mobil, walaupun terjadi perubahan bentuktetapi tidak mengubah susunan dan fungsi alat-alat mesin. proses produksi ini menghasilkan produk yang standar (masal).

    2. Produksi Yang Terputus-putus (Intermitten Production)
        Proses produksi tidak terus menerus atau operasi seringkali terhenti guna mengubah alat-alat, pengaturan kembali alat-alat, dan penyusunan terus menerus diadakan sesuai dengan tuntunan produk yang akan dihasilkan. proses produksi ini dilakukan berdasarkan pesanan yang sesuai dengan keperluan pemesan.

2. Teknik
     Teknik terdiri dari 4 proses yaitu:
     1. Proses Ekstraktif
     2. Proses Analisis
     3. Proses Pengubahan
     4. Proses Sintetis

 1. Proses Ekstraktif
     Suatu proses pengambilan langsung dari alam, seperti kayu, perikanan dan pertambangan.
 2. Proses Analitis

     Proses pemisahan bahan-bahan seperti minyak mentah menjadi minyak bersih.
 3. Proses Pengubahan
     Proses perubahan bentuk, seperti alat-alat rumah tangga.
 4. Proses Sintetis
     Proses pencapuran dengan unsur-unsur lain, seperti bahan-bahan kimia.

Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi
       Dalam mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya, manajer produksi perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan upaya-upaya untuk mencapai tujuan, agar barang-barang dan jasa yang di hasilkan sesuai dan tepat seperti diharapkan yaitu tepat mutu (kualits), tepat jumlah (kuantitas) dan tepat waktu, dengan biaya rendah.

Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil terdapat empat macam pengambilan keputusan yaitu:
      1. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti (certainty)
      2. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
      3. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti (uncertainty)
      4. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain.

Bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama yaitu:
      1. Proses
      2. Kapasitas
      3. Persediaan
      4. Tenaga kerja
      5. Mutu/Kualitas

    1. Proses
        Keputusan-keputusan dalam kategori ini menentukan proses fisik atau fasilitas yang digunakan untuk memproduksi barang atau jasa. keputusan mencakup jenis peralatan dan teknologi, arus proses, tata letak (lay out) peralatan, dan seluruh aspek fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan.

    2. Kapasitas
        Keputusan kapasitas dimaksudkan untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan pada waktu yang tepat.
Kapasitas jangka panjang ditentukan oleh besarnya fasilitas kadang-kadang diperbesar dengan mengadakan sub-kontrak kepada pihak luar atau penambahan regu (shift) ekstra atau menyewa ruangan / peralatan tambahan.

    3. Persediaan
       Manajer persediaan membuat keputusan-keputusan dalam bidang produksi menyangkut apa yang dipesan, berapa banyak pemesanan, serta kapan pemesanan dilakukan.

    4. Tenaga kerja
        Dalam manajemen produksi, penentuan dan pengelolaan tenaga kerja atau sumber daya manusia menempati posisi yang sangat penting. proses produksi tidak mungkin berlangsung tanpa tenaga kerja yang menggarap kegiatan untuk menghasilkan produk, baik berupa barang atau jasa. keputusan tentang tenaga kerja mencakup seleksi, pengkajian, pelatihan, penempatan, penyeliaan atau supervisi.

    5. Mutu / Kualitas
        Fungsi produksi ditandai dengan penekanan tanggung jawab yang lebih besar terhadap mutu atau kualitas barang atau jasa yang dihasilkan. mutu merupakan tanggung jawab produksi yang penting dan harus didukung oleh organisasi secara keseluruhan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar